TANGKAL CORONA
DENGAN BERSEPEDA
16 April 20, 05.25
Apakah bersepeda
menjadi olahraga pilihan anda?
Bersepeda
merupakan olahraga yang muncul pada abad ke-19. Olahraga ini tentunya
menggunakan sepeda sebagai alatnya. Akhir-akhir ini Indonesia sedang di landa
pandemi virus corona. Penularannya yang sangat mudah dan dan tidak kasat mata
membuat virus ini semakin memakan banyak korban. Banyak orang yang kehilangan
pekerjaan karena pemerintah memberlakukan WFH (work from home). Demikian juga
dengan para pelajar yang harus SFH (study from home).
Pemerintah
Sragen menganjurkan waraga untuk berolahraga, menjaga pola makan, menjaga
kebersihan tubuh, rajin mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan menghindari
kontak langsung dengan siapapun. Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata
rantai penyebaran covid-19. Bersepeda menjadi salah satu pilihan olahraga yang
dilakukan oleh waraga Ngrejeng. Olahraga ini dirasa dapat membantu mencegah
penularan covid-19 karena di lakukan ketika pagi saat matahari bersinar, hal
tersebut membuat orang-orang yang bersepeda melakukan dua kegiatan yakni
olahraga dan berjemur.
Bersepeda
merupakan salah satu kegiatan dengan intensitas rendah – sedang, karena bisa
dilakukan di area rumah. Apalagi desa Ngrejeng banyak dikelilingi sawah,
sehingga ketika berolahra dapat juga mencuci mata karena mendapatkan
pemandangan yang indah dan menyejukkan pikiran juga. Ketika sedang ada pendemi
seperti ini membuat warga menjadi kurang gerak, sehingga dapat menyebabkan
berat badan naik dan menjadi pemicu penyakit berbahaya lainnya seperti
diabetes, serangan jantung dan obesitas.
Sebelum
melakukan aktivitas bersepeda, anda harus menggunakan pakaian yang tertutup,
memakai helm untuk keselamatan dan memakai masker untuk mengurangi dampak
terpapar virus dan polusi di jalan. ukuran sepeda yang lumayan panjang membuat anda
bisa melakukan himbauan pemerintah yakni social distancing, yakni memberikan
jarak antara seseorang dengan orang lain untuk meminimalisir penyebaran
covid-19. “Saat bersepeda kita selalu jaga jarak dan pakai masker mbak” ujar
tami, salah satu warga Ngrejeng.
“iya
mbak, meskipun ketika jalan menanjak kita buka masker sementara karena
ngos-ngosan” kata irfan, salah satu warga Ngrejeng yang aktif bersepeda. Ketika
melewati jalan yang menanjak memang memerlukan tenaga yang lebih ekstra, selain
itu juga membuat napas terasa berat. Hal
ini terjadi karena sebenarnya tubuh sedang membakar lemak dan keluarlah sebagai
CO2 atau karbon dioksida bukan sebagai keringat. Karena keringaat diproduksi
oleh tubuh karena adanya racun-racun dan air yang ada di tibuh. Maka dari itu
kita menjadi haus, karena dehidrasi atau kekurangan air.
Rata-rata
warga membawa botol minum mereka sendiri, dengan meletakkan pada bagian rak
botol yang melekat pada bagian bawah sepeda mereka. Mereka bisa membawa sampai
1 liter untuk satu perlalanan. Minum yang mereka bawa juga tidaklah minuman
yang aneh-aneh seperti minuman kemasan yang banyak beredar di pasaran. Mereka
membawa air putih. Ada yang membawa air putih dingin dan ada yang membawa air
putih biasa. Ketika haus mereka bisa langsung meminumnya tanpa harus membeli
terlebih dahulu. Mengapa ? . Membawa air putih sendiri ini dirasa dapat
mengurangi resiko terjangkit covid-19 karena mereka tidak bertransaksi dengan
penjual dengan uang mereka. Bisa saja uang mereka sudah steril akan tetapi
kembalian dari pembeli bisa saja terdapat kuman ataupun virus yang menempel.
Dan ketika bertransaksi dengan penjual tentu saja mereka akan bersentuhan dengan
penjual saat memberikan uang. “kan tidak mungkin saya beli minum uangnya saya
lempar, kayak yang di tv-tv yang viral itu mbak” ujar tami.
Bersepeda
adalah latihan fisik yang dapat menjaga keseimbangan hormon yang ada di otak
seperti endorfin dan dopamin. seperti yang dlansir oleh www.alodokter.com endorfin
merupakan zat kimia seperti morfin yang dapat dihasilkan secara alami oleh
tubuh dan memiliki peran dalam membantu mengurangi rasa sakit dan memicu
perasaan positif. Sedangkan dopamin merupakan hormon yang bekerja sebagai
pengirim sinyal di dalam otak manusia. Dopamin ini juga dapat digunakan untuk
meningkatkan kekuatan pompa jantung dan aaliran daraha ke dalam ginjal.
Orang-orang yang sedang WFH akan merasakan stress, bosan dan lain sebagainya
hal ini dapat dikurangi dengan bersepeda. Imun yang baik juga tercipta dari
pikiran atau sugesti kita masing-masing. Jadi kalau anda bahagia dan selalu
memikirkan hal positif maka tubuh juga akan bekerja dengan baik dan positif
juga. Hal ini sangat menguntungkan karena dapat membuat kita mencegah virus
corona yang sedang melanda seluruh negara di dunia ini. Apalagi di Indonesia sudah
banyak yang terjangkit virus tersebut dan gejalanya tidak tentu. Ada yang hanya
batuk saja, tidak disertai demam dan sesak napas. Dan ada juga yang sesak napas
dan kemudian dikira penyakit dalam lain.

