Salah satu siswa MTs N 1 Karanganyar, Soffin Ganung Rahmatrisna menyebut ujian di tengah pendemi covid-19 membuat dirinya sangat kebingungan. Menurut dia, ujian yang seharusnya berjalan secara offline berubah menjadi online membuatnya bingung dengan sistem yang dipakai sekolah. sehingga ujian dirasa kuran maksimal. Ujian berlansung pada tanggal 13-16 april 2020.
“Ketika ujian terjadi kerumitan, karena baru pertama
kalinya ujian daring. Saya pribadi merasa kebingungan dengan link yang
diberikan guru,” ujar Soffin saat diwawancarai melakui Whatsapp, Selasa (14/7/2020).
Soffin menjelaskan, meskipun semua murid sudah siap untuk
mengerjakan ujian akan tetapi perubahan sistem yang sangat tiba-tiba membuat
para siswa kebingungan. Ada beberapa link ujian yang tidak bisa diakses oleh
siswa. Sekolah tempatnya menimba ilmu dirasa masih kurang persiapan. Pantas saja
disebut demikian karena memang pandemi ini terjadi secara tiba-tiba.
“Ada kendala lain yang saya alami saat ujian, yakni
ketika akan mengunggah jawaban. Karena pada saat ujian secara offline saya
hanya perlu memberikannya kepada pengawas. Berbanding terbalik ketika ujian
menjadi online seperti ini,” tambah Soffin.
Pengunggahan jawaban ujian diberi waktu selama 1x24 jam. Hal
ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila ada salah satu siswa yang jaringan
internetnya buruk. Karena memang tidak semua siswa tinggal di kota. Ada beberapa
siswa yang tinggal di desa dan terkadang jaringan menjadi buruk saat cuaca
sedang tidak stabil.
Kendala-kendala yang telah disebutkan di atas menjadi
penghalang siswa dalam mengerjakan ujian, “Saya menjadi malas ujian” sebut
Soffian. Ujian dilaksanak secara online dan sistem yang belum dipahami oleh
siswa membuat para siswa kehilangan semangat belajar.
Siswa dan guru hanya berkomunikasi melalui Whatsapp Group. Jadi, apabila terjadi
kesalahan teknis guru akan memberi informasi kepada siswa melalui grup dan
sebaliknya.
“Saya tidak memiliki kartu ujian, data kami sudah diinput
oleh guru,” sebut Soffin. Ketika siswa akan melakukan ujian secara online,
siswa hanya perlu memasukkan nama dan nomer absen saja. Tidak perlu mengunggah
kartu ujian. Jadi hanya memasukkan nama dan nomer absen lalu selanjutnya
mengerjakan soal ujian dan kemudian jawaban diunggah.
“Hasilnya nanti orang tua yang ambil di sekolah,” terang
Soffin. Seperti yang sudah dijelaskan oleh Soffin bahwasanya hasil ujian atau
kelulusan diambil oleh orang tua. Tidak hanya itu saja, nilai rapot pun juga
diberikan saat kelulusan. Orang tua yang mengambil hasil kelulusan juga harus
mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi ini. Salah satunya memakai
masker.
