AKIBAT CORONA, WARGA NGREJENG
BERJAGA
DENGAN KENTONGAN
Ahmad (16) salah satu warga
Ngrejeng Sragen, berjaga dengan
kentongan setelah banyak maling berkeliaran di
tengah
merebaknya virus corona.
“Kejadian
ini berawal dari banyaknya tahanan yang dikeluarkan dari dalam sel karena ada pandemi ini. Mereka tidak
punya pekerjaan, apalagi karyawan banyak yang di-PHK. Mereka ingin menempuh
jalan yang instan dengan menjadi maling” ujar ketua RT, Warsidi yang diwawancarai
dirumahnya.
Warsidi mengatakan,
warga ingin membuat kampung menjadi lebih aman. Salah satu caranya dengan ronda
keliling. Alat yang mereka gunakan adalah kentongan. Warga mulai memukul
kentongan saat malam hari. Suara kentongan, akan bersahut-sahutan anatara satu
RT dengan RT lainnya. Hal ini menandakan, setiap RT sudah berjaga di pos ronda
masing-masing. Kentongan ini terbuat dari bambu. Salah satu sisinya dilubangi
agar suara yang dihasilkan lebih nyaring. Bambu sisa potongan lubang ini tidak
dibuang, tetapi jadi alat pemukulnya. Suara kentongan, dirasa dapat
membangunkan warga lain yang sudah tidur.
“Mengingat
ini adalah bulan puasa maka kentongan ada dua fungsi. Pertama, tanda bila ada
maling. Dan yang kedua, untuk membangunkan orang sahur. Saya dan teman-teman keliling
desa tiap jam 03.00 WIB. Untuk membangunkan sahur dan tentunya ronda. Kami berkeliling
dua kali saat sahur. Setelah subuh kami akan pulang kerumah. Warga secara
pribadi akan menjaga rumah mereka. Dan kami bergantian untuk tidur“ ujar Ahmad.
Warga merasa
lebih aman dengan adanya ronda malam seperti itu. Pemuda anggota karang taruna
Ngrejeng juga ikut ronda. Mereka biasanya akan berkumpul di pos ronda yang
dekat dengan rumahnya. Adanya para pemuda ini membuat suasana ronda menjadi
lebih santai. Mereka akan membawa gitar dan bernyanyi untuk menghilangkan rasa
kantuk. Warga yang tinggal dirumah juga biasanya memberi gorengan dan kopi. Keduanya
diberikan untuk mengurangi rasa kantuk. Hal-hal seperti ini memang masih banyak
dilakukan di desa. Mengingat orang-orang di desa kental akan rasa guyup rukun. Mereka tidak sungkan untuk
meminta tolong dan memberi bantuan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar