Diduga melanggar Undang-undang Karantina Kesehatan, artis Tiktok asal kota Solo ini, terancam kurungan penjara selama satu tahun
Minggu, 24 Januari 2021 lalu, i-Club
kota Madiun didatangi oleh artis Tiktok yang sedang naik daun di kalangan
remaja belakangan ini. Artis Tiktok bernama Viens Boys ini datang untuk
melakukan kerjasama review makanan dengan
pihak i-Club. Liony Mayestika selaku Manager Viens Boys juga mengatakan
bahwasanya ketika datang di Madiun, sejumlah fans sudah berada disana. Viens Boys
terpaksa untuk menyapa para fans karena ada beberapa fans ada yang sudah histeris
ketika rombongan artis Tiktok ini datang. Sang Manager juga mengatakan untuk
tidak berkerumun.
Viens Boys dianggap melanggar
protokol kesehatan (prokes) yang sedang diberlakukan di kota Madiun. Viens Boys
juga diancam kurungan penjara apabila terbukti melanggar Undang-undang
Kekarantinaan Kesehatan. Pemeriksaan dilaksanakan secara maraton pada minggu (24/1)
malam dengan pihak yang bersangkutan yakni para personil Viens Boys dan Manager.
AKBP Dewa Putu Eka Darmawan selaku Kapolres Madiun Kota menyampaikan “Tadi
malam (minggu) sudah dilakukan pemeriksaan secara maraton, kemudian tadi pagi
(senin) digelarkan.”
![]() |
Sumber Gambar : akun Instagram @viensboys.ofc |
Kota Madiun saat ini sedang melaksanakan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan tujuan untuk menekan angka peningkatan penularan Covid-19. Viens Boys dapat dijerat hukuman satu tahun penjara jika melaggar UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular atau UU nomor 6 Thun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Karena dianggap melanggar program PPKM yang sedang berjalan.
Viens Boys sendiri merupakan
seleb Tiktok yang sedang digandrungi oleh kalangan remaja. Mereka merupakan
orang-orang yang ingin mengenalkan budaya Jawa Tengah kepada publik. Mereka ingin
mengikuti jejak Bayu Skak yang telah terkenal terlebih dahulu. Bayu Eko
Moektito atau yang lebih dikenal dengan nama Bayu Skak ini merupakan salah satu
konten kreator asal Malang, Jawa Timur yang terkenal dengan memamerkan budaya
asal daerahnya.
Dilansir dari JTV Madiun, Manager Viens Boys mengatakan bahwa pihak mereka tidak melaksanakan jumpa fans dengan sengaja. Kedatangan Viens Boys ke Madiun semata-mata hanyalah untuk melakukan kerjasama dengan restoran i-Club. Ia menambahkan bahwasanaya di sana tidak ada panggung, di belakang para personil Vies Boys hanyalah sebuah kursi panjang. Viens Boys seharusnya melakukan review makanan di dalam gedung yang berada tepat dibelakang mereka menyapa para fans.
![]() |
| Sumber Gambar : Dyah Ayu Arini |
Dikutip dari Satgas Penanganan
Covid-19, covid19.go.id kasus Covid-19
di Indonesia pada tanggal 27 Januari 2021 ini telah terkonfirmasi positif
sebanyak 1.024.298 jiwa dan yang sudah sembuh 831.330 jiwa, sedangkan yang
meninggal sebanyak 28.855 jiwa. Karena tingginya kasus orang yang terkonfirmasi
positif Covid-19 masih banyak sekali masyarakat yang masih tidak peduli dengan
protokol kesehatan. Salah satunya adalah kasus Viens Boys ini. Tindakan yang
dilakukan oleh para fans sangatlah tidak baik untuk dicontoh. Mereka rela untuk
berkerumun dan tidak menerapkan protokol kesehatan demi bertemu dengan idoa
mereka. Apabila kerjadian seperti ini terus terjadi, dapat merugikan berbagi
pihak termasuk Indonesia.
Tidak hanya peristiwa Viens Boys yang terpaksa menyapa para fans dan membuat adanya kerumunan di tempat umum. Sekarang ini masih banyak tempat nongkrong anak muda yang belum menerapka protokol kesehatan. Masih banyak yang tidak menjaga jarak dan memakai masker. Tentu ini juga menjadi PR lagi bagi pemerintah yang seharusnya menindaklanjuti kejadian seperti ini. PPKM akan lebih efektif apabila masyarakat bisa bekerjasama dengan pemerintah dalam berjalannya program tersebut. Dalam pelaksanaan PPKM warung-warung atupun tempat makan seharusnya hanya buka sampai jam 19.00 saja. Namun, pada kenyataanya masih banyak warung yang buka sampai larut malam. Bahkan ada yang baru buka pada malam hari.
Sumber :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar